Wednesday, September 18, 2013

DIASPORA POLITIK SANTRI ISLAM

Ada alternatif wacana politik poros tengah yang dilontarkan Amin Rais. Nampaknya, Amin Rais mencoba membiaskan kembali pergulatan politik tahun 2014 nanti seperti dalam peta politik tahun 1999, yang berhasil mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden.

Memang secara faktual, kilas balik wacana politik poros tengah gagasan Amin Rais pada tahun 1999 itu, juga ditujukan untuk menghadang laju kemenangan politik kaum nasionalis, PDIP dalam mencalonkan Megawati sebagai presiden. Tapi, karena adanya kolaborasi politik poros tengah, yang membawa isu politik aliran, Islam, akhirnya Megawati terhempas dan gagal menjadi presiden saat itu. Meskipun PDIP menjadi pemenang pemilu. Dan struktur politik poros tengah mampu mengantarka Gus Dur, yang merupakan representasi kekuatan politik Islam, akhirnya dapat mengalahkan Megawati dalam proses pemilihan presiden melalui SU MPR-DPR RI. Karena ketika itu belum menggunakan mekanisme pemilihan secara langsung oleh rakyat.

Tapi setelah proses demokrasi mengalami perubahan, dimana pemilihan presiden menggunakan pilihan langsung oleh rakyat, masihkah politik poros tengah itu relevan dengan situasi sosial politik saat ini?. Apalagi politik poros tengah itu diformulasi kembali dengan identitas politik santri Islam, yang kehadirannya juga untuk menghadang determinasi struktur politik kaum nasionalis. Sehingga tidak salah, kalau banyak pandangan yang menganggap, pendapat Amin Rais itu absurd, dan tidak realistis ditengah perubahan proses demokrasi itu sendiri. Meskipun demikian, ada pula yang mengapresiasi, karena pendapat Amin itu dianggap mampu menjaga keseimbangan progresifitas konstelasi politik nasionalis, dalam hal ini PDIP dan fenomena Jokowi, yang saat ini memiliki kekuatan dominan.

Meskipun kalau dilihat dari kekuatan elektabilitas struktur politik aliran, Islam, memang pandangan Amin Rais ini tidak realistis. Karena dari pengalaman porelehan suara setiap pemilu, maupun hasil survey terakhir, kekuatan dukungan suara partai berbasis Islam sendiri, setiap partai politik tidak jauh dari kisaran keterpilihan 5%. Fakta ini berbeda dengan partai politik berbasis nasionalis, yang masih pada elektorasi 10% hingga 20%. Tetapi, kalau pandangan Amin Rais ini diletakkan dalam kerangka pembentukan opini dan isu politik nasional, maka persepsi ini akan mampu memberikan warna politik aliran dalam penentuan komposisi struktur presidensil, kolaborasi nasionalis dan Islam.

Persoalannya, dalam membangun identitas tunggal politik santri 'islam' akan selalu menghadapi problem krusial, adakah kekuatan personal yang mampu merepresentasi menjadi perekat simbol politik tersebut?. Karena bagaimanapun, polarisasi dan segmentasi egosentrisme kepentingan pragmatis masing-masing Parpol 'Islam' juga akan muncul, dan menjadi faksi yang terbelah. Maka untuk memaknai kembali diaspora kekuatan politik Islam ini, dibutuhkan sebuah proses 'konvenai' alamiah untuk menghadirkan personifikasi pemimpin yang terukur, yang memiliki kapasitas, kapabilitas, serta akseptabilitas publik itu sendiri. Karena dengan formulasi politik ini, gagasan politik poros tengah, yang sejatinya adalah penguatan partisipasi politik Islam, memiliki daya keunggulan kompetitif untuk menjadi pemimpin nasional.***

1 comment:

  1. Assalamualaikum Mas Slamet.....
    apakabar Mas
    ini aku Aan saya cuman mau komentar dikit aja tentang capres yang aku perhatikan system yang nga jelas bikin partai mencari oposisi di karenakan pemilihan yang bareng dan menunguh mencapai berapa persen baru bisa mengajukan Capres...!! saya suka dengan usulan Efendy gonzali ke MK tapi aku rasa masi ada yang kurang ... kenapa harus di terapkan 2019 dan kenapa nga 2014? nah maksud saya gini mas ... kenapa tidak dilakukan pemilihan serentak dan setiap partai memasang capres dan cawapres sehinga masyarakat tau akan figure baru dan bukan hanya itu itu saja, dan kenapa UU nga membatasi usia kelayakan capres dan cawapres seperti 40tahun sampai 63 tahun, nah seharusnya di atas 63 itu pansiun ..itu aja mas, makasih banyak salam buat keluarga

    ReplyDelete